Saturday, September 17, 2011

Jurnal Urokordata

A. Konsep yang Dipelajari
• Ciri-ciri umum hewan Urokordata
• Habitat dan penyebaran hewan Urokordata
• Klasifikasi hewan Urokordata
• Struktur morfologi dan anatomi hewan Urokordata
• Persamaan hewan Urokordata dengan hewan hewan lain
• Manfaat hewan Urokordata

B. Bukti Belajar sebagai Hasil yang Dieksplorasi
Urochordata berasal dari bahasa latin (Uro: ekor, chorda: batang penyokong tubuh dalam). Yang paling menonjol adalah tunicates laut squirts (kelas Ascidiacea). Berbagai macam tumbuh di koloni. Sebagian besar dari tubuh yang diduduki insang yang sangat besar dengan berbagai tekak insang slits yang berfungsi sebagai saringan untuk makanan.
Terdapat di laut dari daerah tropis sampai kutub pada pantai sampai kedalaman 4.803 m. Beberapa hidup bebas, dan beberapa melekat atau sesil, setelah masa larva yang hidup bebas. Nothocord hewan-hewan ini terdapat pada ekor pada masa larva saja. Bentuk hewan ini bermacam-macam, ada yang kecil ada yang besar. Beberapa hidup secara soliter bererapa hidup secara koloni.
Anatomi
Salah satu contoh dari sub phylum Urochordata adalah Ascidia berbentuk sebagai silinder atau bulat memanjang. Pada satu ujung ia melekat pada sesuatu. Tubuhnya ditutup oleh tunica yang dibuat dari cellulose atau tunicin. Ia dibuat oleh cel-cel mesoderm. Tunica melapisi pallium, ialah suatu lapisan yang tersusun dari ectoderm, jaringan pengikat dan serabut-serabut otot, yang terutama berjalan melingkar.
Pada ujung yang bebas terdapat satu lubang yng disebut lubang oral. Pada satu sisi dekat ujung bebas terdapat lubang lain adalah lubang atrul. Pada tepi lubang tersebut pallium berhubungan dengan tunica. Di keliling lubang-lubang tersebut di dalam pallium ada otot spinecter yang kuat.
Oral dari crista peripharyngealis yang oral, terdapat suatu lingkaran tenrakel-tentakel kecil. Diduga bahwa pada tentakel-tentakel ini ada sel-sel indra yang berfungsi sebagai chemore\eseptor. Esophagus mulai dari dasar saccus branchialis dan bermuara ke dalam ventriculus yang melebar. Ventriculus melanjutkan diri ke dalam intestinum. Intestinum bermuara melalui anus ke dalam atrium dekat lubang atrist.
Pada Ascidia ada hermaproditisme protogyni. Ovarium dan testis berlekatan, dikelilingi oleh intestinum. Oviduct dan ductus deferens berjalan mengikuti intestinum dan bermuara ke dalam atrium dekat anus.
Fisiologi
Makanan berupa plankton-plankton kecil masuk ke dalam pharynx. Plankton ini terjerat oleh getah yang pekat yang berasal dari sel-sel kelanjar yang berasal dari endostyle, dan dialirkan oleh gerakan silia pada endostyle, cristae epicaryngeales dan lamina dorsalis ke lubang esophagus, lalu mengalir melalui stigmata di mana terjadi pertukaran gas antara darah dan air. Kontraksi cor ialah secara peristaltik dengan arah yang berganti-ganti, sehingga aliran darah juga berganti-ganti.
Kelompok sel-sel besar dengan gelembung-gelembung besar yang mengandung asam urat diduga berfungsi sebagai alat exskresi. Juga diduga bahwa grandula neurelaris berhubungan dengan exkresi. Pada tentakel di dalam lubang mulut diduga ada sel-sel yang berfungsi sebagai chemoreceptor. Juga diduga bahwa tuberculum dorsale merupakan suatu alat indera. Pada keadaan protogyni, ovarium berfungsi dulu, kemudian testis. Oleh karenanya dapat terjadi autofertilisasi.
Embryo
Fertilisasi berlangsung extern. Pembelahan terjadi sampai terjadi bentuk blastula. Bentuk blastula ialah pipih dengan sel-sel, yang membentuk ectoderm yang agak cembung di atas dan sel-sel yang embentuk entoderm yang agak cekung di bawah. Sel-sel ectoderm memperbanyak diri lebih cepat, sehingga mereka lebih kecil. Bentuk gastrula terjadi kebanyakan dengan cara invanigasi epibolis. Pada cara ini sel-sel ectoderm terus memperbanyak diri lebih cepat, sehingga entoderm makin lama makin cekung dan ectoderm meluas menutupi entoderm. Blastocela menghilang dengan mendalamnya cekung terjadilah bentuk gastrula dengan archenteron dan gastoporus. Gastoporus kemudian mengecil dan terletak pada ujung caudal sebelah dorsal atau atas. Embryo kemudian memanjang, sebelah atau lebih mendata, padahal sebelah bawah atau ventral tetap cembung.
Pada tahap metamorphosis, jumlah stigmata (lubang insang) bertambah, ekor serta chordata dorsalis dan bagian caudal medulla spinalis menghilang. Bangunan-bangunan yang dipandang mata dan otocyt serta kandungan alat indera menghilang, bagian cranial medulla spinalis menjadi suatu ganglion dan dan gonades serta saluran mereka terjadi antara ventriculus dan intestenum dari mesoderm.
Bagian tubuh antara bagian yang melekat dan mulut tumbuh cepat sehingga tubuh memutar mencapai 1800 dengan mulut dan lubang atrial terdapat pada ujung yang bebas. Akhirnya papillae adhesivae menghilang dan seluruh tubuh dikelilingi oleh tunica.
Subphylum Urochordata dibagi dalam classes dan ordines sebagai berikut:
• Class Larvaceae, contoh: Appendicularis sp.
• Class Ascidiaceae, contoh: Ascidiaceae sp
• Class Thalliaceae, contoh: Thalliaceae sp.
• Ordo Enterogona, contoh: Ascidia intestinalis
• Ordo Pleurogona, contoh: Botryllus violaceus
• Ordo Doliolida, contoh : Doliolum denticulatum
• Ordo Salpida, contoh: Salpa
• Ordo Pyrosomida, contoh: Pyrosoma giganteum
Masing-masing klass mempunyai sifat yang unik karena memiliki ciri tertentu. Semua Ascideacea adalah cecil, sedangkan klass lainnya adalah pelagik. Dalam sejarah hidupnya mempunyai sejumlah seri atau rentetan perubahan. Beberapa diantaranya menunjukan pergantian turunan seperti ciri diantara Invertebrata yang masih ada.

C. Relevansi
Pada pembahasan kali ini yaitu pembahasan mengenai Urokordata, dapat diketahui relevansi dari Urokordata ini dengan hewan lain, seperti hewan vertebrata. Ada beberapa bagian tubuh dari Urokordata ini yang dapat dihomologkan dengan vertebrata, seperti endostil pada Urokordata dapat dihomologkan dengan kelenjar tiroid pada vertebrata. Endostil pada Urokordata memiliki asal dan posisi yang homolog dengan kelenjar pituitary vertebrata, lebih dari itu pada perkembangan larva menjadi hewan dewasa menunjukkan adanya karakter kordata, seperti system saraf, stigmata, dan notokord. Hal ini lah yang dapat disimpulkan bahwa Urokordata mempunyai hubungan dekat denga vertebrata.

D. Identifikasi Masalah dan Pemecahan
Sanggahan
• Tutut : Urokordata memiliki sistem endokrin homolog dengan kelenjar neural. Selain itu, endostil juga homolog dengan kelenjar tiroid.
• Septi : Urokordata bersifat hermafrodit, penyaji belum menjelaskan mengenai bagaimana cara fertilisasi silang.
• Lutfi : Pada klasifikasi dibuat bertingkat karena menunjukkan tingkatan suatu spesies.. Itu merupakan kesalahan penulisan penyaji. Kesalahan penyaji adalah menulis tingkatan yang lebih rendah di tempat yang lebih tinggi.
Pertanyaan
• Lindawati : -Disebutkan cangkok hermania waktu muda transparan waktu tua tidak tembus cahaya. Mengapa ? Kita tahu bahwa cangkok tersusun dari kapur dan tunisin. Tunisin mengandung selulosa dan selulosa bersifat lebih keras. Cangkok dibentuk oleh mantel. Semakin lama kalkareus dan tunisin akan menumpuk dan menjadi lebih keras
- Didalam cangkok bersifat mesodermal yang kemudian bermigrasi menuju cangkok mengapa? Sel mesodermal akan bermigrasi ke eksodermal dan akan memebentuk cangkok.
• Ardian : - Oikopleura bersiata protandus. Maksudnya bagaimana ?
Keadaaan dimana gamet jantan lebih dulu matang daripada gamet betina. Bertindak pada hewan hermaprodit. Apakah keadaan protandus terjadi pada oikopleura saja? Sejauh yang kami tahu pada anggota Oikopleura.
- Pada oikopleura yang telah keluar tidak bisa kembali ke cangkoknya. Tapi ektodermnya mensekresikan cangkok baru scr cepat. Prosesnya bagaimana kan sel cangkoknya migrasi terlebih dahulu dari mesoderm ,seharusnya lebih lama ? Dia sudah diberi kemampuan ectoderm dapat mensekresikan cangkok baru secara cepat. Ada 2 kemungkinan: kemungkinan cangkok tidak lagi pas, karena sedang proses bertumbuh.
• Vivin : - sirkulasi darah pada urokordata ada plasma yang mebgandung pigmen dan tidak mengandung pigmen. Perbedaannya apa ?
Sedangkan yang tidak berpigmen contohnya leukosit: untuk imunitas karena sifatnya yang amoeboid dan memangsa bakteri . Fungsi beda. : pada pigemn terdapat warna merah dr hb untuk penyaluran nutrisi dan O2. Pada pigmen warna hjau untuk pigmen respirasi.
• Hamim :Urokordata mengapa tidak memiliki selom, sedangkan hemikordata yang lebih rendah malah punya 3 selom. Urokordata mempnyai rongga. Apa rongga tersebut tidak bisa dikatakan sebagai selom? Rongga tdk selalu selom. Sinus juga disebut rongga. Tidak semua rongga disebut selom. Ada tidaknya selom tidak menentukan Tgi rendahnya filogeni/tingkatan. Rongga blm tentu selom. Pada hal. 47 bk baru. “Ciri urokordata no 9 tidak punya rongga tubuh sempurana” berarti punya tapi tidak sempurna.
• Mita: Apakah urokordata mmpunyai musuh alami ? mengapa tidak memiliki sistem pertahanan ? punyam usuh alami. Misal bakteri atau ikan kecil, mungkin itu musuh menyerang tidak scr memusnahkan. Cangkok dapat berupa pertahanan. Dengan air yang disemprot. Leukosit bersifat amoeboid. Herdmadia palida. Salah satu pertahanan nya dg lender, hermania memakan pasir namun ada lender yang menyaring itu selain itu dy bersimbiosis dg palida dan oister. Pada ascidia memiliki cangkok tebal dan bersifat tulang rawan. Pada suau saat aka nada pengerasan atau tidak ? atau selamanya akan rawan? Tidak selamanya rawan ada sekresi kalsium kemungkinan cangkok dapat mengeras.
• Septi ?: - Mngapa koloni mengandung fosfor? mengapabakteri suka fosfor? Fosfr tersebut disekresikan oleh apa? fosfor menjadi sbr makanan bakteri tsb. Fosfor dpt diambil dr lingkungan. Mengapa urokordata member makan bakteri, apa tdk ada maksud tertentu? Urokordata sepertinya bersimbiosis dg bakteri kemungkinan komensalisme.
- Amula kp sbg organ respirasi? Hal 55 pad ampula vaskuler ada pertukaran udara, kemudian ampula vaskuler sbg organ respirasi

E. Elemen yang Menarik
Pada pertemuan kali ini, terdapat elemen menarik yang terkandung di dalamnya. Sebelum mempelajari hewan ini, saya tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini terdapat hewan yang memiliki struktur anatomi dan morfologi yang seperti ini. Tapi, setelah kami mempelajari hewan Urokordata ini, saya jadi lebih mengetahui bahwa sebenarnya terdapat hewan yang seperti ini. Jadi, ternyata hewan pun memiliki tingkatan yang tersendiri dan runtut, mulai dari hewan tingkat rendah sampai hawan atau makhluk yang memiliki tingkatan paling sempurna, seperti manusia yang tergolong mamalia.

F. Refleksi Diri
Pada pertemuan kali ini, kami membahas tentang hewan Urokordata yang merupakan tergolong hewan Kordata tingkat rendah. Dengan mempelajari ini, kami menjadi tahu hal baru mengenai hewan Urokordata. Sebelumnya, kami yang tidak tahu bahwa di dunia ini ada hewan yag mempunyai kenampakan yang seperti ini. Awalnya, sebelum diperlihatkan video mengenai Urokordata, saya hanya membayangkan saja seperti apa yang diceritakan di buku Keanekaragaman Kordata Tingkat Rendah, akan tetapi setelah melihat seperti apa yang ditayangkan oleh video presentasi, saya jadi tahu penampakan asli hewan Urokordata

G. Pertanyaan Bab Selanjutnya
• Apakah hanya jari-jari sirip ventral saja yang berpasangan?
• Pada Sefalokordata tidak mempunyai kelenjar atau kromatopor. Organ apa yang menggantikan fungsi kelenjar tersebut?
• Pada ujung posterior terdapat velum. Velum tersebut mempunyai sebuah celah melingkar enterostoma, yang disebut mulut. Apakah di sebelah posterior tubuh terdapat mulut?
• Apa maksud dari lapisan kutis dan subkutis?
• Apa fungsi dari miotom?

No comments:

Post a Comment