Sunday, September 25, 2011

Jurnal Sefalokordata

A. Konsep yang Dipelajari
• Ciri-ciri umum hewan Sefalokordata
• Habitat dan penyebaran hewan Sefalokordata
• Klasifikasi hewan Sefalokordata
• Struktur morfologi hewan Sefalokordata
• Struktur anatomi hewan Sefalokordata

B. Bukti Belajar sebagai Hasil yang Dieksplorasi
Dengan sekitar dua puluh lima spesies yang mendiami laut tropis dan subtropis yang dangkal, Cephalochordata adalah cabang yang sangat kecil dari kerajaan hewan. Sub phylum ini terdiri atas sebuah klas Cephalochorda yang terdiri atas 2 famili yaitu: (1) Branchiostomidae dan (2) Amphioxidae. Famili Branchiostomidae terdiri atas 2 genera yakni Amphioxus dan Symetron. Sebagai contoh untuk pembahasan yaitu ikan Lancelet, yang dalam bahasa ilmiah disebut Branchiostoma lanceolatum atau Amphioxus lanceolatu.
I. Anatomi

Tubuh dapat dibagi menjadi kepala, badan dan ekor . Kepala terdiri atas rostrum, mulut dan oral cirri. Rostrum seperti moncong, terdapat di ujung anterior, berfungsi untuk menyingkirkan pasir saat menggali lubang. Mulut dikelilingi oral cirri, yaitu rangkaian tonjolan panjang-panjang sebagai alat indra. Badan yang besar dari setengahnya terisi oleh pharynx dan gonad. Pada sisi latero-ventral badan terdapat lipatan metapleura. Tubuh dilapisi epidermis, tanpa kutikula maupun tunic.
Sebagai anggota dari filum chordate, lancelet maupun notochord yang terletak sepanjang tubuh, benang saraf bolong sepanjang tubuh, tetapi tidak melebar membentuk otak, ekor terletak di belakang anus, dan pharynx besar dengan celah insang berpasangan.
Cephalochordata merupakan kelompok coelomata yang beruas-ruas seperti annelid dan vertebrata. Tubuh cephalochordata yang beruas-ruas tampak jelas dari otot renang yang tersusun sepanjang badan, sebanyak 50 sampai 76 unit, berbentuk V, disebut myomere (“ruas otot”), yang terletak pada kedua sisi tubuh (Gambar A dan B). Masing-masing myomere dibatasi oleh myosepta.

II. Sistem pencernaan
Sistem pencernaan amphioxus mirip hemichordata, urochordata dan vertebrata primitif. Cara makan lancelet ialah dengan menelan partikel bahan organic yang terbawa air masuk melalui mulut yang lebar.


Oral ciri sekitar mulut merupakan saringan kasar untuk mencegah masuknya partikel-partikel besar ke dalam rongga mulut. Vestibule (rongga mulut) pendek, berfungsi untuk mempercepat aliran air dari mulut ke pharynx. Di antara vestibule dan pharynx terdapat velum yang dilengkapi otot sphincter (sphincter muscle) dan sel indera.
Pharynx Amphioxus panjang dan lebar, dilengkapi 180 pasang celah insang atau lebih, dan dikelilingi atrium. Cilia lateral pada celah insang mengalirkan air dari pharynx ke atrium, sedangkan cilia frontal pada insang dan penyangga insang (tongue bars) mengalirkan butir-butir mineral yang tidak dapat dicerna akan dialirkan ke usus posterior dan dibuang melalui anus.
III. Fisiologi
Interaksi satu myomer, menyebabkan badan membengkok pada tempat myomer itu. Bila kontraksi myomer-myomer itu terjadi berturut-turut dari canial ke caudal dan berganti-ganti kanan dan kiri, terjadi gerakan mengelombang dari tubuh cranial ke caudal.
IV. Embryologi
Fertilisasi berlangsung extern. Pembelahan melalui meridional, kemudian sampir equatorial, sehingga terjadi micromer dan macromer dan terjadi bentuk morula. Kemudian terjadi bentuk blastula disusul oleh bentuk glastula. Bentuk glastrula terjadi oleh karena adanya invaginasi secara epiboli. Bentuk gastrula semula berbentuk seperti piring, tetapi kemudian archenteron mendalam dan gastoporus mengecil dan terdapat pada ujung yang akan menjadi ujung caudal, di datran yang akan menjdi dataran dorsal. Dataran ini mendatar padahal dataran yang akan menjadi dataran ventral tetap melengkung. Pada sel-sel ectoderm terdapat cilia. Kemudian seperti halnya pada Urochordata, ectoderm di sebelah dorsal, cranial dan gastropopus, menjadi lamina medullaris.
V. Alat ekskresi
Prinsip alat ekskresi sebanyak 40 pasang dapat dijumpai berwujud sebagai bentuk modifikasi nephredia yang terletak di atas pharynx yang mempunyai hubungan dengan rongga coelom. Masing-masing nephredium merupakan saluran yang bengkok terdiri atas bagian muka yang vertikal dan bagian belakang yang horizontal. Bagian vertical berujumg dengan sekelompok besar solenocyt (sel api), sedang bagian horizontal dengan sekelompok kecil sel api. Alat ekskresi ini merupakan tipe yang dekat dengan nephredium yang tertutup sebelah-dalamnya seperti pada Polychaeta dan kelompok invertebrate lainnya.
Pada tiap ruas myomere di daerah insang terdapat sepasang nephridia. Tiap nephridium terdiri atas sekumpulan podocytes yang dihubungkan dengan sebuah tubule bercilia (nephridioduct) ke atrium.
VI. Reproduksi
Semua cephalochordata dioecious, pembuahan di luar. Tergantung jenisnya, letak dan jumlah gonad bervariasi. Pada Branchiostoma terdapat 26 pasang gonad, sedangkan pada Asymmetron dan Epygonichthys letak gonad hanya pada bagian kanan tubuh, gamet dilepas ke air melalui atriopore. Zigot tumbuh menjadi coeloblastula, kemudian menjadi gastrula. Larva sangat kecil, mirip larva ikan (fishlike silver); dan tidak mempunyai oral ciri, atrium maupun sirip dorsal dan ventral; hanya terdapat sirip ekor.
Bentuk tubuh larva asimetris, mulut yang besar terletak di sisi kiri kepala dan insang di sisi kanan. Selama mengalami metamorfosa yang bertahap, mulut larva menjadi velum, demikian pula pembentukan organ-organ lain seperti bentuk mulut dan oral cirri seperti pada yang dewasa, sehingga menjadi bentuk simetri bilateral. Selama stadia larva hidup sebagai plankton, sedangkan yang dewasa sebagai benthos.

VII. Sistem peredaran darah
Sistem peredaran darah sudah berkembang biak, terdiri atas arteri, pembuluh vena dan pembuluh kapiler, namun tidak ada jantung yang khusus. Darah tidak berwarna, berisi sedikit sel, diedarkan oleh otot pada dinding pembuluh darah.
Darah dalam pembuluh kapiler insang, tempat terjadinya penukaran gas, mengalir ke sepasang aorta dorsal, kemudian menuju posterior menjadi satu pada sebuah aorta caudal. Aorta caudal mengalirkan darah ke tiga buah arteri yang masing-masing menuju pembuluh kapiler dalam myosepta, kapiler dalam atrium dan gonad, kapiler dalam dinding usus. Pada dasarnya, darah dari pembuluh kapiler dalam organ-organ tersebut kembali ke insang melalui dua pembuluh vena kardinal.

VIII. Alat sensoris khusus

Pada permukaan bagian interior dari otak terdapat bagian lekukan yang bersilia yang terkenal sebagai celah kolliker. Bagian ini terbuka di sebelah kiri terus ke rongga hidung yang diduga sebagai alat pembau. Pada larva, rongga ini berhubungan dengan nerocoel terus ke neuroporus.
Titik pigmen yang terdapat di sebelah muka dinding otak yang biasanya disebut “mata otak”. Walaupun alat itu belum mempunyai lensa bagian lainnya, percobaan menunjukkan bahwa alat itu tidak peka terhadap sinar. Fakta menunjukkan bahwa yang terletak pada ujung tubuh berpigmen, yang mencuat ketika hewan ini menguburkan diri dalam pasir. Bagian tubuh yang berpigmen itu melindungi tubuh terhadap penetrasi sinar secara vertikal dengan jalan meneruskan sinar pada fotoreseptor ke pusat saraf.
Belum terdapat bukti yang dapat dilacak menunjukkan sebagai alat pendengar, walaupun pada cirri mulut terdapat sel sensoris yang peka terhadap sentuhan, tetapi mungkin berfungsi lain.

C. Relevansi
Dalam pertemuan kali ini yang membahas tentang Sefalokordata, terdapat beberapa relevansi, yaitu:
• Ternyata pada Sefalokordata, celah insangnya dapat disetarakan dengan stigmata pada Urokordata. Karena keduanya (stigmata dan celah insang) memiliki funsi yang sama yaitu untuk masuknya air yang nanti dihubungkan menuju faring melalui rongga atrium.
• Sefalokordata dan Urokordata mempunyai hubungan yang perlu diteliti, sehingga terkadang keduanya tidak perlu dipisahkan menjadi dua sub-filum tetapi dapat ditempatkan dalam subfilum yang sama yaitu Acrania.

D. Identifikasi Masalah dan Pemecahan
Sanggahan
• Dian : degradasi warna peta konsep kurang cerah, seharusnya diganti lebih cerah. Pada peta konsep tiap sistem seharusnya ada garis penghubung karena saling terkait. Pada sirkulasi seharusnya diberi siklus. Secara keseluruhan peta konsep bagus
Pertanyaan
• Ardiani : bagaimana cara melihat hewan Sefalokordata pada saat dia membenamkan diri di pasir? Cepalokordata mempunyai mata dan sensitif terhadap cahaya. Pada saat terbenam di pasir mereka masih bisa menangkap cahaya. Mata ampioxus masih menerima cahaya, yang dilindungi oleh bintik pigmen. Jadi Di dalam pasir Sefalokordata masih bisa menerima stimulus dari cahaya. Hamim : mulut aphioxus masih berada di permukaan.
• Linda : ciri-ciri umum pada cepalokordata. Pada celah insang dapat disetarakan dengan stigmata pada urokordata. Maksudnya?
Urokordata punya stigmata yang berhubungan dengan faring dan rongga atrial. Stigmata fungsinya untuk mengalirkan air pada rongga. Fungsi keduanya sama yaitu untuk masuknya air yg nanti dihubungkan menuju faring melaluirongga atrium.
Larva tidak mempunyai mulut dan anus. Bagaimana makan dan ekskresinya? Maksudnya masih berbentuk embrio dan embrio tadi masih mempunyai cadangan makanan. Anus terletak pada sisi sebelah kiri dari ventral tengah.
• Sistem digestivus dari penjelasan awal dinyatakan mulutnya mengarah ke tudung oral ada pernyataan lain yakni enterostome disebut juga mulut. Apakah cepalokordata mempunyai dua mulut?
Enterostome masih merupakan bagian dari mulut. Jadi bukan memiliki dua mulut.
• Vivin : - sirkulasi darah pada urokordata ada plasma yang mengandung pigmen dan tidak mengandung pigmen. Perbedaannya apa? Sedangkan yang tidak berpigmen contohnya leukosit: untuk imunitas karena sifatnya yang amoeboid dan memangsa bakteri . Fungsi beda. : pada pigmen terdapat warna merah dr hemoglobin untuk penyaluran nutrisi dan O2. Pada pigmen warna hjau untuk pigmen respirasi.
• Tika: pada urokordata ada ciri spesifik. Pada sefalokordata apa ada ciri spesifik dari genusnya? Tolog jelaskan? Masih dalam satu kelas dan satu ordo yg sama untuk ciri-cirinya masih sama atau mirip
• Ruly: Sefalokordata ada sejak 500jt tahun lalu? Apa yang menyebabkan dapat bertahan sampai sekarang? Pertahanan diri berupa apa? Sefalokordata termasuk subfilum dibagi 2 genus, ikan amphioxus taksonnya apa?
a. karena dilihat dari kebiasannya membenamkan diri, punya sel-sel sensori dari dalam tubuhnya sehingga dapat mendeteksi musuhnya. Dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan.
b. 2 gnus, sefalokordata tidak dibagi dalam kelas-kelas. jadi 1 kelas punya 2 genus beda. Tanggapan hamim: kalau pada taksonomi. Ordo branchiostomidae nama lainnya amphioxidea. Kenapa tidak dibagi dalam kelas-kelas? Karena ciri-cirinya masih sama, masih mirip jadi hanya 1 kelas.
• Silfi: karen hewan tersebut menghundarkan diri dari pasir yg halus, kenapa? Sefalokordata masuk ke pasir dan mengaduk-aduk pasir yang halus tersebut sehingga pasir tersebut berhamburan. maksud menghundarkan menggali. Urokordata sepertinya bersimbiosis dg bakteri kemungkinan komensalisme.

E. Elemen yang Menarik
Elemen menarik yang terdapat dalam pembahasan dengan bab Sefalokordata ini adalah:
• Amphioxus memiliki kebiasan yang unik, yaitu senang membenamkan diri.
• Amphioxus memiliki bentuk yang amat imut dengan panjang kira-kira 3,5-6 cm/ penampakannya sekilas mirip dengan ikan.
• Amphioxus memiliki enterostoma yang juga disebut mulut, selain tudung mulutnya.
• Memiliki bentuk embrio yang diselubungi oleh kantung archanteric yang bentuknya mirip kapsul.
• Kurang ada contoh representative lain selain Amphioxus.

F. Refleksi Diri
Dalam pembahasan Sefalokordata ini, kelompok saya bertugas sebagai penyaji. Sebagai penyaji, ada kekurangan dan kelebihan yang terdapat dari sistem penyajian yang telah kami lakukan. Pertama, untuk kelebihannya, mungkin kami sudah ada koordinasi dan pembagian tiap kelompok sehingga saat presentasi menjadi teratur. Kemudian kami sudah mencari film dokumentasi yang relevan dengan pembahasan. Kami juga mencoba membuat peta konsep. Akan tetapi, ada juga kekurangan dalam presentasi kali ini, yaitu kami kurang dapat memberikan penjelasan mengenai video yang kami download, karena bahasa yang terdapat dalam video tersebut kurang bias dipahami. Selain itu peta konsep yang kami buat memang meiliki jajaran struktur yang sesuai, akan tetapi tulisannya terlalu kecil, sehingga peserta tidak dapat melihat dengan jelas.kami harap pada presentasi selanjutnya, kami dapat memperbaikinya. Amiin.. 

G. Pertanyaan Bab Selanjutnya
• Mengapa setelah bertelur Lamprey akan mati? Hormone apa yang mengatur keadaan tersebut?
• Salah satu sub-filum dalam Agnatha adalah Ostracodermi yang telah punah, dan Cyclostomata yang masih tetap hidup. Apa yang membuat kelas Cyclostomata ini untuk tetap hidup? Apa dia memiliki pertahanan yang lebih daripada Ostracodermi?
• Cyclostomata telah ada mulai dari zaman Devon. Apa yang dimaksud dengan zaman Devon?
• Apakah dalam hidupnya Cyclostomata selalu sebagai parasite mulai dari masa kecil hingga ia dewasa? Ataukah hanya fase dewasa saja yang parasit?
• Apa yang dimaksud nostril median? Dan apa fungsinya?

Saturday, September 17, 2011

Jurnal Urokordata

A. Konsep yang Dipelajari
• Ciri-ciri umum hewan Urokordata
• Habitat dan penyebaran hewan Urokordata
• Klasifikasi hewan Urokordata
• Struktur morfologi dan anatomi hewan Urokordata
• Persamaan hewan Urokordata dengan hewan hewan lain
• Manfaat hewan Urokordata

B. Bukti Belajar sebagai Hasil yang Dieksplorasi
Urochordata berasal dari bahasa latin (Uro: ekor, chorda: batang penyokong tubuh dalam). Yang paling menonjol adalah tunicates laut squirts (kelas Ascidiacea). Berbagai macam tumbuh di koloni. Sebagian besar dari tubuh yang diduduki insang yang sangat besar dengan berbagai tekak insang slits yang berfungsi sebagai saringan untuk makanan.
Terdapat di laut dari daerah tropis sampai kutub pada pantai sampai kedalaman 4.803 m. Beberapa hidup bebas, dan beberapa melekat atau sesil, setelah masa larva yang hidup bebas. Nothocord hewan-hewan ini terdapat pada ekor pada masa larva saja. Bentuk hewan ini bermacam-macam, ada yang kecil ada yang besar. Beberapa hidup secara soliter bererapa hidup secara koloni.
Anatomi
Salah satu contoh dari sub phylum Urochordata adalah Ascidia berbentuk sebagai silinder atau bulat memanjang. Pada satu ujung ia melekat pada sesuatu. Tubuhnya ditutup oleh tunica yang dibuat dari cellulose atau tunicin. Ia dibuat oleh cel-cel mesoderm. Tunica melapisi pallium, ialah suatu lapisan yang tersusun dari ectoderm, jaringan pengikat dan serabut-serabut otot, yang terutama berjalan melingkar.
Pada ujung yang bebas terdapat satu lubang yng disebut lubang oral. Pada satu sisi dekat ujung bebas terdapat lubang lain adalah lubang atrul. Pada tepi lubang tersebut pallium berhubungan dengan tunica. Di keliling lubang-lubang tersebut di dalam pallium ada otot spinecter yang kuat.
Oral dari crista peripharyngealis yang oral, terdapat suatu lingkaran tenrakel-tentakel kecil. Diduga bahwa pada tentakel-tentakel ini ada sel-sel indra yang berfungsi sebagai chemore\eseptor. Esophagus mulai dari dasar saccus branchialis dan bermuara ke dalam ventriculus yang melebar. Ventriculus melanjutkan diri ke dalam intestinum. Intestinum bermuara melalui anus ke dalam atrium dekat lubang atrist.
Pada Ascidia ada hermaproditisme protogyni. Ovarium dan testis berlekatan, dikelilingi oleh intestinum. Oviduct dan ductus deferens berjalan mengikuti intestinum dan bermuara ke dalam atrium dekat anus.
Fisiologi
Makanan berupa plankton-plankton kecil masuk ke dalam pharynx. Plankton ini terjerat oleh getah yang pekat yang berasal dari sel-sel kelanjar yang berasal dari endostyle, dan dialirkan oleh gerakan silia pada endostyle, cristae epicaryngeales dan lamina dorsalis ke lubang esophagus, lalu mengalir melalui stigmata di mana terjadi pertukaran gas antara darah dan air. Kontraksi cor ialah secara peristaltik dengan arah yang berganti-ganti, sehingga aliran darah juga berganti-ganti.
Kelompok sel-sel besar dengan gelembung-gelembung besar yang mengandung asam urat diduga berfungsi sebagai alat exskresi. Juga diduga bahwa grandula neurelaris berhubungan dengan exkresi. Pada tentakel di dalam lubang mulut diduga ada sel-sel yang berfungsi sebagai chemoreceptor. Juga diduga bahwa tuberculum dorsale merupakan suatu alat indera. Pada keadaan protogyni, ovarium berfungsi dulu, kemudian testis. Oleh karenanya dapat terjadi autofertilisasi.
Embryo
Fertilisasi berlangsung extern. Pembelahan terjadi sampai terjadi bentuk blastula. Bentuk blastula ialah pipih dengan sel-sel, yang membentuk ectoderm yang agak cembung di atas dan sel-sel yang embentuk entoderm yang agak cekung di bawah. Sel-sel ectoderm memperbanyak diri lebih cepat, sehingga mereka lebih kecil. Bentuk gastrula terjadi kebanyakan dengan cara invanigasi epibolis. Pada cara ini sel-sel ectoderm terus memperbanyak diri lebih cepat, sehingga entoderm makin lama makin cekung dan ectoderm meluas menutupi entoderm. Blastocela menghilang dengan mendalamnya cekung terjadilah bentuk gastrula dengan archenteron dan gastoporus. Gastoporus kemudian mengecil dan terletak pada ujung caudal sebelah dorsal atau atas. Embryo kemudian memanjang, sebelah atau lebih mendata, padahal sebelah bawah atau ventral tetap cembung.
Pada tahap metamorphosis, jumlah stigmata (lubang insang) bertambah, ekor serta chordata dorsalis dan bagian caudal medulla spinalis menghilang. Bangunan-bangunan yang dipandang mata dan otocyt serta kandungan alat indera menghilang, bagian cranial medulla spinalis menjadi suatu ganglion dan dan gonades serta saluran mereka terjadi antara ventriculus dan intestenum dari mesoderm.
Bagian tubuh antara bagian yang melekat dan mulut tumbuh cepat sehingga tubuh memutar mencapai 1800 dengan mulut dan lubang atrial terdapat pada ujung yang bebas. Akhirnya papillae adhesivae menghilang dan seluruh tubuh dikelilingi oleh tunica.
Subphylum Urochordata dibagi dalam classes dan ordines sebagai berikut:
• Class Larvaceae, contoh: Appendicularis sp.
• Class Ascidiaceae, contoh: Ascidiaceae sp
• Class Thalliaceae, contoh: Thalliaceae sp.
• Ordo Enterogona, contoh: Ascidia intestinalis
• Ordo Pleurogona, contoh: Botryllus violaceus
• Ordo Doliolida, contoh : Doliolum denticulatum
• Ordo Salpida, contoh: Salpa
• Ordo Pyrosomida, contoh: Pyrosoma giganteum
Masing-masing klass mempunyai sifat yang unik karena memiliki ciri tertentu. Semua Ascideacea adalah cecil, sedangkan klass lainnya adalah pelagik. Dalam sejarah hidupnya mempunyai sejumlah seri atau rentetan perubahan. Beberapa diantaranya menunjukan pergantian turunan seperti ciri diantara Invertebrata yang masih ada.

C. Relevansi
Pada pembahasan kali ini yaitu pembahasan mengenai Urokordata, dapat diketahui relevansi dari Urokordata ini dengan hewan lain, seperti hewan vertebrata. Ada beberapa bagian tubuh dari Urokordata ini yang dapat dihomologkan dengan vertebrata, seperti endostil pada Urokordata dapat dihomologkan dengan kelenjar tiroid pada vertebrata. Endostil pada Urokordata memiliki asal dan posisi yang homolog dengan kelenjar pituitary vertebrata, lebih dari itu pada perkembangan larva menjadi hewan dewasa menunjukkan adanya karakter kordata, seperti system saraf, stigmata, dan notokord. Hal ini lah yang dapat disimpulkan bahwa Urokordata mempunyai hubungan dekat denga vertebrata.

D. Identifikasi Masalah dan Pemecahan
Sanggahan
• Tutut : Urokordata memiliki sistem endokrin homolog dengan kelenjar neural. Selain itu, endostil juga homolog dengan kelenjar tiroid.
• Septi : Urokordata bersifat hermafrodit, penyaji belum menjelaskan mengenai bagaimana cara fertilisasi silang.
• Lutfi : Pada klasifikasi dibuat bertingkat karena menunjukkan tingkatan suatu spesies.. Itu merupakan kesalahan penulisan penyaji. Kesalahan penyaji adalah menulis tingkatan yang lebih rendah di tempat yang lebih tinggi.
Pertanyaan
• Lindawati : -Disebutkan cangkok hermania waktu muda transparan waktu tua tidak tembus cahaya. Mengapa ? Kita tahu bahwa cangkok tersusun dari kapur dan tunisin. Tunisin mengandung selulosa dan selulosa bersifat lebih keras. Cangkok dibentuk oleh mantel. Semakin lama kalkareus dan tunisin akan menumpuk dan menjadi lebih keras
- Didalam cangkok bersifat mesodermal yang kemudian bermigrasi menuju cangkok mengapa? Sel mesodermal akan bermigrasi ke eksodermal dan akan memebentuk cangkok.
• Ardian : - Oikopleura bersiata protandus. Maksudnya bagaimana ?
Keadaaan dimana gamet jantan lebih dulu matang daripada gamet betina. Bertindak pada hewan hermaprodit. Apakah keadaan protandus terjadi pada oikopleura saja? Sejauh yang kami tahu pada anggota Oikopleura.
- Pada oikopleura yang telah keluar tidak bisa kembali ke cangkoknya. Tapi ektodermnya mensekresikan cangkok baru scr cepat. Prosesnya bagaimana kan sel cangkoknya migrasi terlebih dahulu dari mesoderm ,seharusnya lebih lama ? Dia sudah diberi kemampuan ectoderm dapat mensekresikan cangkok baru secara cepat. Ada 2 kemungkinan: kemungkinan cangkok tidak lagi pas, karena sedang proses bertumbuh.
• Vivin : - sirkulasi darah pada urokordata ada plasma yang mebgandung pigmen dan tidak mengandung pigmen. Perbedaannya apa ?
Sedangkan yang tidak berpigmen contohnya leukosit: untuk imunitas karena sifatnya yang amoeboid dan memangsa bakteri . Fungsi beda. : pada pigemn terdapat warna merah dr hb untuk penyaluran nutrisi dan O2. Pada pigmen warna hjau untuk pigmen respirasi.
• Hamim :Urokordata mengapa tidak memiliki selom, sedangkan hemikordata yang lebih rendah malah punya 3 selom. Urokordata mempnyai rongga. Apa rongga tersebut tidak bisa dikatakan sebagai selom? Rongga tdk selalu selom. Sinus juga disebut rongga. Tidak semua rongga disebut selom. Ada tidaknya selom tidak menentukan Tgi rendahnya filogeni/tingkatan. Rongga blm tentu selom. Pada hal. 47 bk baru. “Ciri urokordata no 9 tidak punya rongga tubuh sempurana” berarti punya tapi tidak sempurna.
• Mita: Apakah urokordata mmpunyai musuh alami ? mengapa tidak memiliki sistem pertahanan ? punyam usuh alami. Misal bakteri atau ikan kecil, mungkin itu musuh menyerang tidak scr memusnahkan. Cangkok dapat berupa pertahanan. Dengan air yang disemprot. Leukosit bersifat amoeboid. Herdmadia palida. Salah satu pertahanan nya dg lender, hermania memakan pasir namun ada lender yang menyaring itu selain itu dy bersimbiosis dg palida dan oister. Pada ascidia memiliki cangkok tebal dan bersifat tulang rawan. Pada suau saat aka nada pengerasan atau tidak ? atau selamanya akan rawan? Tidak selamanya rawan ada sekresi kalsium kemungkinan cangkok dapat mengeras.
• Septi ?: - Mngapa koloni mengandung fosfor? mengapabakteri suka fosfor? Fosfr tersebut disekresikan oleh apa? fosfor menjadi sbr makanan bakteri tsb. Fosfor dpt diambil dr lingkungan. Mengapa urokordata member makan bakteri, apa tdk ada maksud tertentu? Urokordata sepertinya bersimbiosis dg bakteri kemungkinan komensalisme.
- Amula kp sbg organ respirasi? Hal 55 pad ampula vaskuler ada pertukaran udara, kemudian ampula vaskuler sbg organ respirasi

E. Elemen yang Menarik
Pada pertemuan kali ini, terdapat elemen menarik yang terkandung di dalamnya. Sebelum mempelajari hewan ini, saya tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini terdapat hewan yang memiliki struktur anatomi dan morfologi yang seperti ini. Tapi, setelah kami mempelajari hewan Urokordata ini, saya jadi lebih mengetahui bahwa sebenarnya terdapat hewan yang seperti ini. Jadi, ternyata hewan pun memiliki tingkatan yang tersendiri dan runtut, mulai dari hewan tingkat rendah sampai hawan atau makhluk yang memiliki tingkatan paling sempurna, seperti manusia yang tergolong mamalia.

F. Refleksi Diri
Pada pertemuan kali ini, kami membahas tentang hewan Urokordata yang merupakan tergolong hewan Kordata tingkat rendah. Dengan mempelajari ini, kami menjadi tahu hal baru mengenai hewan Urokordata. Sebelumnya, kami yang tidak tahu bahwa di dunia ini ada hewan yag mempunyai kenampakan yang seperti ini. Awalnya, sebelum diperlihatkan video mengenai Urokordata, saya hanya membayangkan saja seperti apa yang diceritakan di buku Keanekaragaman Kordata Tingkat Rendah, akan tetapi setelah melihat seperti apa yang ditayangkan oleh video presentasi, saya jadi tahu penampakan asli hewan Urokordata

G. Pertanyaan Bab Selanjutnya
• Apakah hanya jari-jari sirip ventral saja yang berpasangan?
• Pada Sefalokordata tidak mempunyai kelenjar atau kromatopor. Organ apa yang menggantikan fungsi kelenjar tersebut?
• Pada ujung posterior terdapat velum. Velum tersebut mempunyai sebuah celah melingkar enterostoma, yang disebut mulut. Apakah di sebelah posterior tubuh terdapat mulut?
• Apa maksud dari lapisan kutis dan subkutis?
• Apa fungsi dari miotom?

Jurnal Hemikordata

A. Konsep yang Dipelajari
• Ciri-ciri umum hewan Hemikordata
• Habitat dan penyebaran hewan Hemikordata
• Klasifikasi hewan Hemikordata
• Struktur morfologi dan anatomi hewan Hemikordata
• Persamaan hewan Hemikordata dengan hewan hewan lain
• Manfaat hewan Hemikordata

B. Bukti Belajar sebagai Hasil yang Dieksplorasi
Kedudukan Hemichordata dalam phylum Chordata sulit untuk dibedakan, karena dalam sub phylum ini terdapat beberapa jenis binatang yang mempunyai bentuk seperti cacing. Oleh karena ini dan lain faktor, Hemikordata diperlakukan sebagai famili dari Echinodermata dan Chordata.


• Anatomi
Badan ialah lunak dan berbentuk silinder seperti cacing. Dataran badan dilapisi epidermis yang terdiri atas satu lapis sel yang mempunyai cilia. Pada badan dapat dibedakan:
• Proboscis, yang berbentuk seperti conus
• Collare, yang berbentuk sebagai leher baju dan menglilingi colum dan basis proboscis.
• Truncus, yang panjang agak pipih.
Sistem cardiovasculer terdiri atas sinus dorsalis (rongga daerah punggung), truncus longitudinalis dorsalis, truncus longitudinalis ventralis, glomerolus, dan plexus. Tidak mempunyai alat-alat indera. Tetapi beberapa sel epidermis pada beberapa tempat pada proboscis dan pada tepi cranial collare rupanya bersifat sel-sel sensoris.
Dinding badan terdiri atas jaringan otot. Di dalam proboscis terdapat satu celom yang bermuara keluar melalui satu lubang, ialah porus proboseis. Di dalam collare terdapat dua celom yang dipisah satu dari yang lain oleh suatu sekat median ialah mesenterium dorsale dan menseterium entrale. Juga celom ini bermuara keluar masing-masing melalui porus collare. Celom di dalam proboscis dan di dalam collare dilalui oleh fasciculi jaringan pengikat. Cellom itu dapat diisi dengan air laut melalui pori.
• Fisiologi
Cellom proboscis dan cellom collare diduga dapat diisi dengan air laut sehingga mengembang dan mengeras. Oleh karenanya dan dengan bantuan gerakan otot tuncus, hewan dapat masuk ke dalam lumpur. Mulut tetap terbuka, sehingga air dan lumpur yang mengandung sisa-sisa organis masuk ke dalam mulut. Air kemudian keluar melalui lubang-lubang, kandung-kandung, celah-celah insang, sisa-sisa organis merupakan makanan dan tanah, dikeluarkan melalui anus.
• Embryo
Pada Balanoglossusterdapat amphigoni terdapat amphigoni dan gonochorisme. Ovaria dan testes berbentuk sebagai kandung-kandung yang tersusun dalam dua baris. Mereka terdapat di dalam cristae genitales. Mereka bermuara keluar dengan baris pori yang terdapat pada tepi crista genetalis.
Fertilisasi berlangsung ex tern. Perkembangan dapat langsung atau dengan metamorphosis. Pada perkembangan langsung seperti halnya pada Saccoglossus, terjadi pembelahan secara holoblastis dan equal, sehingga terjadi bentuk blastula. Bentuk blastula berubah menjadi bentuk grastula dengan cara invaginasi. Gastroporus (kemudian menutup dan entoderm memisah dari ectoderm. Embrio memanjang dan suatu salcus memanjang melingkar terjadi sebagai invaginasi di dalam sulcus. Anus terjadi pada tempat gastroporus. Sub Phylum Hemichordata dibagi menjadi dua klas dan dua ordo yaitu:
• Class : Enteropneuta, contoh Balanoglossus sp.
• Class : Peterobranchia
• Ordo : Cephalodiscoides, contoh Cephalodiscus sp.
• Ordo : Rhabdopleuridea, contoh : Rhabdopleura, sp.

C. Relevansi
Relevansi yang diperoleh dalam praktikum kali ini adalah mengenai persamaan dan perbedaan hewan Hemikordata dengan hewan lain seperti Annelida, Ekinodermata, dan Kordata. Bila kita lihat, hewan Hemikordata ini memiliki sifat perantara dari ketiga hewan tersebut. Maka dari itu, hewan Hemikordata dimasukkan ke dalam hewan Kordata rendah, pada tingkat yang paling rendah di bawah Urokordata dan Cephalokordata.

D. Identifikasi Masalah dan Pemecahan
• Rully: Apakah pada Hemikordata tidak mempunyai sistem endokrin? Jika tidak, bagaimana dengan sistem reproduksinya untuk mengeluarkan sperma atau ovum? Kenapa penyaji hanya menyebutkan 9 sistem? Sebenarnya tidak hanya 9 sistem, semua system berinteraksi dan saling mengatur. Endokrin itu banyak, tergantung pada system-sistemnya, endokrin pada organ reproduksi terdapat pada system reproduksi. Jadi sengaja tidak kami sebutkan secara rinci.
• Desy: ralat! Epithelium germinal menghasilkan sperma dan ovum, bukan sperma dan ovum, benarkah Hemikordata mempunyai lambung? Bukankah dia mempunyai esophagus saja. Hemikordata mempunyai celah insang saja, yang analaog dengan lambung.
• Linda: Lambung analog dengan celah insang. Kalau menurut saya yang analog dengan lambung hanya kelenjar-kelenjar pencernaan di usus, misalnya kelenjar proboscis.
• Hemikordata mempunyai usus yang berakhir di anus, tetapi mengapa dia mengeluarkan sisa-sisa metabolisme melalui lubang proboscis, jadi apa fungsi anus sesungguhnya? Lubang proboscis untuk mengeluarkan urea, sedangkan anusnya untuk mengeluarkan feses (sisa lumpur) dan sisa-sisa metabolisme.
• Pada hemikordata yang membenamkan diri pencernaan makanannya dilengkapi dengan apa yang fungsinya analog dengan sel-sel bersilia? Dengan proboscis, karena di dalamnya terdapat rongga, pada saat menggali lubang di dalam tanah, ada aliran air, makanan ikut bersama aliran air yang diserap, selain itu mulut Hemikordata tidak bias menutup. Hidupnya sesil melekat pada karang yang mempunyai silia. Hemikordata yang tidak membenamkan diri, dibantu oleh sel-sel silia sedangkan Hemikordata yang berenang dia tidak dibantu oleh sel-sel yang bersilia karena makanan dapat menuju posterior dengan bantuan aliran air.
• Jelaskan secara spesifik perbedaan lapisan otot longitudinal dan otot sirkuler pada system muskulus Hemikordata? Pada proboscis yang menyusun lapisan luar adalah otot sirkular. Pada lapisan dalam adalah otot longitudinal.
• Adakah faktor-faktor tertentu yang menyebabkan ordo Cephalodiscida hidup di tempat yang mengandung gelatin? Cephalodiscida melekat pada suatu objek, strukturnya licin. Ketika dia berkembangbiak secara vegetative dengan kuncup, gelatin dapat membantu pelepasan kuncup. Ketika menyerap protein, gelatin dapat digunakan untuk menghasilkan energi dan untuk reproduksi.
• Pada Planctos, mengapa hewan dewasanya belum diketahui? Apa belum sampai hewan dewasa dia sudah mati? Apa yang dimaksud dengan tipe holoblastik radial? Biasanya terdapat pada laut yang sangat dalam dan sulit ditemukan. Selnya membelah menjadi 2 (cross) dan selnya sendiri-sendiri, sedangkan yanga spiral bentuk selnya seperti tumpang tindih.

E. Elemen yang Menarik
Pada pertemuan kali ini, terdapat elemen menarik yang terkandung di dalamnya. Sebelum mempelajari hewan ini, saya tidak pernah menyangka bahwa di dunia ini terdapat hewan yang memiliki struktur anatomi dan morfologi yang seperti ini. Tapi, setelah kami mempelajari hewan Hemikordata ini, saya jadi lebih mengetahui bahwa sebenarnya terdapat hewan yang seperti ini. Jadi, ternyata hewan pun memiliki tingkatan yang tersendiri dan runtut, mulai dari hewan tingkat rendah sampai hawan atau makhluk yang memiliki tingkatan paling sempurna, seperti manusia yang tergolong mamalia.

F. Refleksi Diri
Dalam pertemuan kali ini, kami tidak melakukan praktikum seperti biasanya, mungkin karena tidak adanya awetan basah di laboratorium, atau kalaupun kami mencari hewan Hemikordata ini juga sulit didapatkan. Karena tidak ada praktikum, kami hanya melakukan presentasi, diskusi dan tanya – jawab. Pada semester lalu, kami tidak melakukan presentasi yang seperti ini, kami langsung melakukan diskusi dan Tanya-jawab tanpa didahului oleh presentasi terlebih dahulu. Saya suka dengan teknik yang seperti sekarang ini, kami membuat peta konsep kemudian mempresentasikannya. Meskipun kami tidak ikut presentasi, kamipun juga membuat peta konsep. Peta konsep ini dibuat sebagai pengganti membuat makalah. Hal ini, memang sangat efisien, karena dengan membuat peta konsep kami dapat mengetahui konsep menyeluruh, ataupun poin-poin penting dalam bab tersebut, sehingga kami dapat memetakonsepkan dalam bentuk peta konsep tertulis ataupun peta konsep pikiran. Semoga dalam pertemuan kali ini menjadi pertemuan awal materi yang akan bermanfaat sebagai bentuk pembelajaran untuk mempelajari materi selanjutnya. Amiin. 

G. Pertanyaan Bab Selanjutnya
• Apa perbedaan cincin tentakel brankial pada sifon brankial dengan cincin lipatan kolar pada sifon atrial? Apakah ada perbedaan fungsi diantara keduanya?
• Mengapa pada kelas Larvacea tidak membentuk larva dewasa? Apakah ada kekhususan dalam organ reproduksinya sehingga demikian?
• Apa yang dimaksud bentuk koloni pelagik?
• Apakah dasar dalam pengklasifikasian Urokordata? Apakah yang membedakan antara kelas yang satu dan yang lain?
• Apabila cangkok yang dimiliki hewan Urokordata pecah, apakah dia dapat meregenerasi kembali cangkoknya? Jika bisa, bagaimanakah prosesnya?
• Apakah ada pemanfaat lebih lanjut dari hewan Urokordata?

Jurnal Zoologi Vertebrata Awal (Pendahuluan)

A. Konsep yang Dipelajari
Pada pertemuan kali ini adalah pertemuan pertama dalam mata kuliah Zoologi Vertebrata. Mata kuliah ini akan diajarkan dalam semester ini yaitu semester 3. Pada pertemuan perdana ini kami diberi pandangan sedikit mengenai apa itu zoology vertebrata. Kemudian kami juga mereview sedikit mengenai mata kuliah semester kemarin yang memiliki hubungan erat dengan mata kuliah ini, yaitu mata kuliah Zoologi Avertebrata. Selain itu Bu Endah memberi kami pengetahuan mengenai istilah-istilah yang akan digunakan pada mata kuliah Zoologi Vertebrata ini.
Pada pertemuan perdana Zoologi Vertebrata ini kami juga membagi kelompok. Dalam mata kuliah ini terdapat kelompok besar dan kelompok kecil. Kelompok besar terdiri dari empat kelompok kecil yang dijadikan satu. Ada pula tugas kelompok besar dan kelompok kecil ini sebagai berikut:
Kelompok Besar (Penyaji):
• Membuat makalah
• Menganalisis artikel jurnal minimal 2 buah
• Membuat peta konsep besar dalam bentuk power point
• Membuat jurnal belajar
• Membuat pertanyaan tiap individu
Kelompok Kecil (Lain), Bukan Penyaji:
• Membuat artikel jurnal minimal 2 buah
• Membuat peta konsep kecil dalam bentuk power point
• Membuat jurnal belajar
• Membuat pertanyaan tiap individu minimal 5

B. Bukti Belajar sebagai Hasil yang Dieksplorasi
Zoologi Vertebrata adalah mata kuliah yang mempelajari tentang hewan yang telah memiliki tulang belakang atau Chordata. Chordata ada yang merupakan Chordata tingkat rendah dan Chordata tingkat tinggi.
Istilah yang dipelajari dalam Zoologi Vertebrata:
Taksonomi : teori dan praktek klasifikasi organisma.
Sistematika : kajian tentang macam-macam dan keanekaragaman organism dan kekerabatan diantara mereka.
Klasifikasi : pengelompokan populasi atau penggolongan populasi pada semua peringkat dengan prosedur produktiv.
Identifikasi : menempatkan individu – individu melalui prosedur dedukiv ke dalam taxa.

C. Relevansi
Dalam mata kuliah ini, terdapat relavansi dalam mata kuliah ini dengan mata kuliah sebelumnya. Mata kuliah sebelumnya mempelajari tentang Zoologi Avertebrata ini merupakan pendahuluan sebelum menginjak mata kuliah Zoologi Vertebrata. Jadi urutannya dari animalia tingkat rendah menuju ke tingkat tinggi. Hal ini memudahkan mahasiswa mencerna apa yang telah dan akan dipelajari. Material dan informasi yang diterima runtut.

D. Identifikasi Masalah dan Pemecahan
• Peta konsep dikerjakan dalam bentuk apa? Power point atau Kertas folio? Untuk tim penyaji, peta konsep dikerjakan dalam bentuk power point, dan untuk tim lain dikerjakan di kertas double folio.
• Apakah semua kelompok besar dan kelompok kecil menganalisis artikel jurnal biologi sebanyak dua buah? Untuk kelompok penyaji, kelompok besar maupun kecil menganalisis artikel jurnal biologi sebanyak dua buah. Dan untuk kelompok lain (bukan penyaji), kelompok-kelompok kecil di dalamnya menganalisis artikel jurnal ilmiah sebanyak satu buah.
• Berapa pertanyaan yang harus dibuat untuk tiap individu? Individu membuat pertanyaan minimal lima buah.
• Mengapa pada tugas mata kuliah Zoologi Vertebrata ada beberapa tugas yang ditambah seperti peta konsep, dendogram, dan analisis artikel ilmiah? Karena untuk menambah pengetahuan baru dan kemampuan baru bagi mahasiswa.

E. Elemen yang Menarik
Pada pertemuan pertama ini, terdapat elemen menarik yang tersirat. Dahulu, sebelum pertemuan pertama kami beranggapan bahwa mata kuliah Zoologi Vertebrata akan sama dengan mata kuliah Zoologi Avertebrata dalam hal tugas, seperti membuat jurnal, makalah tiap minggu, dan laporan. Jadi, kami merasa siap akan hal yang sama dari hal yang kemarin. Ternyata pada pertemuan kali ini, Bu Endah memberikan tugas yang berbeda, seperti membuat peta konsep, dendogram, dan menganalisis artikel jurnal biologi. Kami mengerti bahwa hal ini akan memberikan pengaruh positif bagi kami. Banyak hal baru yang kami dapatkan, jadi kami memiliki kemampuan lain dari semester seblumnya yang tugasnya hanya itu-itu saja.

F. Refleksi Diri
Pertemuan kali ini adalah pertemuan pertama dari mata kuliah Zoologi Vertebrata. Dalam pertemuan pertama ada semangat di awal semester pada diri saya. Semoga semangat itu tidak akan padam sampai di akhir semester.
Sebelumnya saya mengira bahwa tugas mata kuliah Zoologi Vertebrata ini akan sama pengajaran dan tugasnya seperti mata kuliah Zoologi Avertebrata di semester lalu, akan tetapi ternyata ada beberapa penambahan tugas yang berbeda dari Bu Endah. Beberapa penambahan tugas yang berbeda itu antara lain, seperti: membuat poster, dendogram, dan peta konsep. Awalnya kami belum ada pandangan mengenai pembuatan dendogram dan poster, kemudian Bu Endah memberikan hasil tugas dari kakak-kakak angkatan atas kami. Setelah kami lihat ternyata hasil poster dari kakak angkatan atas begitu besar. Bu Endah mengatakan bahwa pembuatan poster tidak harus sebegitu besarnya, yang penting cukup untuk bisa dilihat dan dipresentasikan di kelas. Akhirnya, tugas poster yang diberikan pada kami tidak harus sebesar itu, akan tetapi bias dibuat dalam bentuk power point yang dapat dipresentasikan di kelas dan dapat dibuat kami belajar. Penambahan tugas ini, tak lain untuk memberikan kami kemampuan lain yang berbeda dari mata kuliah sebelumnya.

G. Pertanyaan Bab Selanjutnya
• Bagaimanakah sistem endokrin yang dimiliki oleh hewan Hemichordata? Apakah ada hubungan diantara sistem endokrin yang dimiliki dengan sistem reseptor dan saraf? Jika ada, jelaskan hubungannya!
• Daerah kolar Hemichordata memiliki lebih banyak silia daripada daerah lain pada tubuhnya. Apakah ada pengaruh dibalik morfologi yang seperti itu?
• Apa yang dimaksud dengan larva tornaria?
• Tolong jelaskan proses fertilisasi pada Hemichordata!
• Lebih dekat mana kekerabatan antara Hemikordata dengan Invertebrata atau dengan Vertebrta?

Daun Begonia

1.Macam. Ada dua macam begonia, yaitu begonia daun dan begonia bunga. Begonia bunga, bentuk bunganya sangat beragam dan cantik.

2.Warna. Warna daun beragam dan tak semua berwarna hijau. Ada yang perak, merah, ungu, dan variegata. Umumnya jenis variegata berharga lebih mahal dari Begonia berdaun normal.

3.Nama. Nama Begonia diberikan oleh ahli botani, Charles Plumier. Ekspedisi yang dilakukannya disponsori ahli botani lain, Michel Begon. Plumier lalu menamai tanaman yang ditemukannya dengan nama Begonia.

4.Obat. Begonia pun memiliki khasiat obat, sebagai pereda demam dan penyembuh luka seperti bibir pecah-pecah. Cukup remas-remas daunnya dan oleskan ke atas luka. Selain daunnya, umbi Begonia yang sudah dicuci bersih, ditambahkan 300 cc air lalu dihaluskan, dapat digunakan untuk berkumur, dan dipercaya dapat menyembuhkan sakit tenggorokan.

FAKTA SINGKAT

Nama latin : Begonia sp.

Nama Lokal : Begonia

Family : Begoniaceae

Perbanyakan : Pemisahan anakan, stek batang, stek daun, umbi dan biji

Tekstur daun : Berlilin dan lembut, atau kasar seperti beludru

Perawatan :

- pemupukan 2 minggu sekali (pupuk organik/non-organik)
- pemangkasan dilakukan pada daun yang sudah menua dan kering
- repotting 1 kali/ tahun.

Fungsi desain : Tanaman display dalam pot (indoor dan outdoor), penutup tanah di tanam dalam jumlah banyak, atau tanaman gantung.

Daya tarik : Daunnya yang unik dan bunganya yang indah

Tinggi : Sekitar 20cm - 60cm , lebar rumpun 40cm - 90 cm